Pedagang Makanan Banda Aceh Di Minta Sajikan Makanan Halal

oleh
Pedagang Makanan  / Ilustrasi
Pedagang Makanan / Ilustrasi

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Pemerintah Kota Banda Aceh mengajak para pedagang untuk menjual makanan yang halal, baik dan bersih atau halallan thayibban. Seruan itu disampaikan dalam sosialisasi yang digelar oleh Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, yang berlangsung di Gedung C Balai Kota Banda Aceh, Kamis,(21/11).

Kegiatan tersebut dibuka oleh asisten Bidang Keistimewaan Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Banda Aceh,Ramli Rasyid.

Dalam sambutannya, Ramli mengatakan, Pemko akan mengambil tindakan tegas  jika ada pedagang yang tidak mau mengindahkan aturan yang berlaku sesuai dengan syariat islam, yang berlaku di Kota Banda Aceh.

Ramli menguraikan, makanan yang halal dan baik itu, seperti  binatang yang disembelih harus dengan cara islam, bukan hanya itu masalah tempat, pisau dan penyembelih harus sesuai syariat islam.

“Sosialisasi serupa telah empat kali kita laksanakan, mereka juga sudah kita bina. Jika mereka masih tidak mengindahkan maka akan kita tindak secara tegas,” katanya.

Menurutnya, tujuan yang dilakukan  Pemko selama ini  sebagai pembina masyarakat, bukan menyalahkan dan menindak masyarakat di saat melanggar ketentuan yang ditetapkan.

Ia menegaskan, sikap tegas yang diambil bagi para pedagang yang melanggar aturan itu, sesuai dengan syarat yang dimiliki pedagang. “Jika sifatnya izin maka akan kita cabut izinnya, akan tetapi apabila sifatnya lapak maka tidak akan berikan tempat,” tegas Ramli.

Ramli mengharapkan dengan adanya sosialisasi makanan halal tersebut, maka para pedagang, baik pedagang makanan, daging, dan minuman dapat memberikan sajian makanan bukan hanya halal tapi baik dan layak konsumsi sehingga warga kota Banda Aceh yang mayoritas muslim akan dapat mencapai ketenangan hidup dan khusyuk dalam beribadah.

Sementara itu Kadis Syariat Islam Kota Banda Aceh,Mairul Hazami, mengatakan latar belakang kegiatan sosialisasi dilaksanakan karena banyaknya laporan masyarakat tentang adanya pedagang yang hanya mengejar keuntungan, namun mengabaikan sisi syariat.

Mairul mensinyalir, masih banyak pedagang hewan saat menyembelih hewan,seperti jenis unggas saat disembelih diduga tidak sesuai syariat islam. “Apakah ayam tersebut mati karena disembelih atau mati karena disiram air panas atau karena tertindih,” Kata Mairul.

Karena latar belakang itu,kata dia, pihaknya merasa perlu memanggil para pedagang untuk diberikan pemahaman tentang sistim dagang yang bernuansa  islami, dalam penyajian makanan halal, baik dan layak konsumsi.

Mairul menjelaskan, sosialisasi tersebut  bertujuan agar para pedagang hewan potong, rumah makan, restoran, kopi memiliki pemahaman tentang  bagaiman menyajikan makanan secara yang sesuai  sehingga konsumen akan menikmati makanan sesuai syariat islam.

“Ini dilakukan sesuai pula dengan visi kota Banda Aceh sebagai model kota madani,” ujarnya.

Sosialisasi itu diikuti 80 peserta terdiri dari para pedagang makanan, restoran, minuman di Kota Banda Aceh.

Kegiatan tersebut  berlangsung selama dua hari, dengan menghadirkan nara sumber sesuai bidang masing-masing, diantaranya ketua MPU Kota,Tgk. H. Syukri Daud, Kadis Syariat Islam Kota,  BPOM , LSM Halal Corner dan lain lain.(Red)