Puluhan Petani Sawit Demo Kantor Bupati Abdya

oleh
Petani Sawit Unjuk Rasa Ke Kantor Bupati Abdya
Petani Sawit Unjuk Rasa Ke Kantor Bupati Abdya
Petani Sawit Unjuk Rasa Ke Kantor Bupati Abdya

BLANG PIDIE | DiliputNews.com – Puluhan masyarakat petani kelapa sawit dari Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot yang tergabung dalam Penghimpunan Petani Kelapa Sawit (PPKS) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (21/11) pagi, berunjuk rasa ke kantor Bupati dan kantor DPRK setempat, untuk menuntut kelanjutan pembangunan jembatan rangka baja Krueng Teukuh, yang sudah diberhentikan pengerjaannya beberapa waktu lalu.

Kedatangan para petani sawit itu disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya Drs.Ramli Bahar, didampingi Asisten Administrasi Umum Bustamam, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Muksin dan sejumlah pejabat daerah lainnya di halaman kantor bupati setempat.

Namun kehadiran dan sambutan dari Sekda Abdya beserta jajarannya, ditolak oleh para petani, alasannya para petani ingin langsung bertemu dengan Bupati Abdya, Jufri Hasanuddin selaku orang nomor satu di Abdya.

Koordinator Lapangan (Korlap) PPKS, Agus Salim didampingi Koordinator Aksi, Zulfahmi dalam kesempatan tersebut mengatakan, tujuan kedatangan mereka ke kantor bupati setempat adalah untuk bertemu langsung dengan Bupati Abdya guna meminta kepastian kelanjutan proses pembangunan jembatan Kreung Teukuh.

“Kami ingin bertemu dengan bupati, bukan dengan Sekda ataupun pejabat lainnya. Yang kami inginkan adalah kejelasan, bukan penjelasan dari bapak-bapak,” pungkas Agus Salim.

Dalam orasinya, para petani sawit di kawasan tersebut merasa dirugikan akibat ditundanya pembangunan jembatan yang berpengaruh pada penurunan harga beli tandan buah segar (TBS) Sawit.

“Saat pembangunan jembatan ini pada tahun 2012 lalu, harapan petani mulai tumbuh, meski pembangunannya sempat terbengkalai beberapa bulan. Keyakinan dan keseriusan Bupati/Wakil Bupati Abdya kembali terpupuk seiring dengan akan dilaksanakan pembangunan pada tahun 2013. Namun tidak disangka, petani terpaksa menyaksikan pemandangan pilu, proses pembangunan jembatan dihentikan, ironisnya lagi rangka baja dilokasi jembatan diangkat untuk diamankan oleh Dinas PU Abdya. Sebenarnya buka pemutusan kontrak itu yang kami tangisi, tetapi penghentian pembangunan jembatan yang sangat disesali masyarakat selaku rakyat biasa,” lanjutnya.

Untuk menyampaikan pesan mereka kepada Bupati Abdya, para petani tersebut meminta kepada Sekda Abdya agar membuat bukti hitam di atas putih kapan kepastian pembangunan jembatan itu dilanjutkan kembali. Namun Sekda Abdya tidak menyanggupi permintaan mereka, sehingga para petani memilih untuk mendatangi DPRK Abdya guna menyampaikan aspirasinya kepada para wakil rakyat setempat.

Akan tetapi, Sekda Abdya, Drs.Ramli Bahar hanya bisa mengatakan, pada tahun 2014 mendatang pembangunan jembatan itu akan dilanjutkan, mengingat batas waktu pembangunan jembatan berakhir pada 31 Desember 2013 mendatang, jadi tidak mungkin dalam waktu yang singkat itu pembangunan jembatan rangka baja bernilai Rp 10,962 miliar lebih akan selesai.

“Pemberhentian pembangunan jembatan itu sifatnya hanya sementara, oleh karena itu semua rangka baja bahan pembuatan jembatan terpaksa harus diangkat demi keamanan,” singkat Ramli.

Setelah berorasi dihadapan sejumlah pejabat daerah Abdya itu, para petani tersebut langsung mendatangi gedung DPRK Abdya guna menyampaikan hal yang serupa serta mempertanyakan kejelasan kapan jembatan itu segera dibangun.

DPRK Abdya berjanji akan mencari solusi dari masalah itu dengan memanggil segera Kepala Dinas PU, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar pembangunan jembatan itu dapat segera dilaksanakan dalam tahun 2013.

“Kami akan mencari solusi dengan memanggil pihak-pihak terkait dan kita usahakan jembatan ini dapat dibangun dalam tahun 2013 ini sesuai dengan harapan dan aspirasi masyarakat,” ungkap Wakil DPRK Abdya Rusman Alian didampingi Elizar lizam dan sejumlah anggota dewan lainnya.

Orasi yang berlangsung hingga siang hari tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat dan pesonel Satpol PP dan WH Abdya, sehingga penyampaian aspirasi berjalan lancar dan tertib. (Red/Zal)