GIB Tolak Qanun Bendera Aceh

oleh
Pembahasan Bendera Aceh Kembali Di Perpanjang
GIB Tolak Qanun Bendera Aceh
GIB Tolak Qanun Bendera Aceh / Ilustrasi

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Ratusan orang yang mengatasnamakan Gerakan Indonesia Baru (GIB) menggelar aksi diam di DPR Aceh menyampaikan tuntutannya menolak qanun bendera Aceh dan Wali Nanggroe.

Sebelum mendatangi Gedung DPR Aceh di Banda Aceh massa GIB berkumpul di depan Masjid Raya Baiturrahman. Dengan menggunakan beberapa mobil bak terbuka dan becak, massa berkonvoi ke gedung wakil rakyat tersebut.

“Kami tidak butuh bendera dan wali nanggroe. Yang kami butuhkan saat ini adalah kepedulian anggota DPR Aceh untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” kata Alfian, koordinator aksi.

Sementara itu, dalam pernyataan sikapnya, massa GIB menyatakan Aceh jangan sampai dikotori dengan bendera bulan bintang dan wali nanggroe. Menurut GIB wali nanggroe versi DPR Aceh merupakan sikap antidemokrasi.

GIB juga menilai selama ini masyarakat Aceh telah dibodohi oleh DPR Aceh. Pembodohan ini terkait produk dibuat Komisi A tentang qanun bendera dan wali nanggroe.

Oleh karena itu, massa GIB menuntut DPR Aceh untuk menyelesaikan qanun atau peraturan daerah yang berhubungan langsung dengan kepentingan rakyat.

“Kami juga menuntut DPR Aceh meninjau kembali qanun atau produk hukum yang dihasilkan lembaga itu, terutama namun menuai kontra di masyarakat,” kata Alfian, Kamis 14 November 2013.

Tidak seorang pun anggota DPR Aceh tampak menjumpai massa pengunjuk rasa. Usai menyampaikan tuntutannya, massa GIB membubarkan diri dengan tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.(Red/Ant)