Di Aceh Barat, Razia Pakain Ketat Mulai Rambah Toko Pakaian

oleh
Celana Ketat / Ilustrasi
Celana Ketat / Ilustrasi
Celana Ketat / Ilustrasi

MEULABOH | DiliputNews.com – Guna menegakkan Syariat Islam secara kaffah, pemerintah Kabupaten Aceh Barat di bawah Satuan Polisi Pamong Praja dan Wiliyatul Hisbah (Satpol PP dan WH) menggelar razia pakaian ketat di toko-toko pakaian, razia tersebut berlangsung, Kamis,(14/11) disejumlah toko yang ada di Kecamatan Johan Pahlawan.

Kepala Satpol PP dan WH, mengatakan razia tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut Qanun nomor 11 Tahun 2002 Tentang Syariat Islam, Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam.

Menurutnya razia itu dilakukan guna mencegah penggunaan pakaian ketat ditengah masyarakat, lantaran keduanya saling terkait antara pemakai pakaian dengan penjual.

“Kalau kita pelajari ini merupakan hukum sebab akibat, tidak mungkin ada pemakai pakaian yang tidak sopan atau ketat jika tidak ada penjualnya. Dari itu mata rantai ini harus kita putuskan” ujarnya.

Untuk razia pakaian yang dianggap non muslim dan muslimah yang dilakukan tersebut, kata dia, tidak hanya melihat kalangan dewasa saja, akan tetapi kemungkinan tingkat pakaian anak-anak juga akan dilakukan karena pasalnya, kata dia,pakaian anak-anak yang dianggap non muslim atau muslimah juga akan mempengaruhi mereka sebagai generasi kedepan, jika sejak dini sudah dihiasa dengan pakaian yang tidak sesuai syariat.

Dalam razia yang dilakukan hari ini,kata dia, dengan cara pembinaan ditempat, dimana para pedagang diminta untuk tidak memanjang pakaian ketat yang sudah terlanjur dipesan di grosir atau perusahaan fashion oleh pemilik toko.

“Kita minta untuk tidak dipajang, lantaran dengan tidak terlihatnnya pakaian tersebut maka tidak mungkin ada pembeli yang meminta pakaian itu,” kata Samsul.

Samsul meminta kepada seluruh pedagang pakaian yang sudah terlanjur memesan busana yang dianggap tidak sesuai dengan nuansa Syariat Islam untuk dikembalikan ketempat orderan atau  pesanannya, sehingga para pedagang tidak merugi.

Selain razia di Kecamatan Johan pahlawan, kata dia, pihaknya juga akan melakukan razia di Kecamatan-kecamatan lain, dan juga tempat dilaksanakannya hari pekan.

“Kita lakukan razia dengan memberikan pembinaan, lantaran selama ini kita sudah capek mengingatkannya dengan memberi surat himbauan tetapi masih membandel makanya kita ambil tindakan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika nantinya setelah dalam tahap pembinaan masih membandel, maka para pedagang pakaian yang kedapatan menjual pakaian ketat akan dibina dengan cara dipanggil kekantor Satpol PP dan WH, dan jika juga masih tidak diindahkan menurutnya, maka akan menyita seluruh pakaian yang dianggap tidak sesuai tersebut.

“Yang jelas saat ini kita lakukan secara tahapan, agar tidak ada yang dirugikan. Tapi kita yakin mereka akan patuh apalagi mereka sadar kalau ini untuk penegakan syariat islam,” ungkapnya.

Bukan hanya itu,kepada masyarakat Aceh Barat juga diminta untuk tidak mengajarkan anak-anak mereka menggunakan pakaian ketat atau pakaian yang bisa mempengaruhi anak-anak jika mereka dewasa nantinya.(Red)