Petani di Aceh Selatan Keluhkan Biaya Perawatan Irigasi

oleh
Petani di Aceh Selatan Keluhkan Biaya Perawatan Irigasi
Petani di Aceh Selatan Keluhkan Biaya Perawatan Irigasi
Petani di Aceh Selatan Keluhkan Biaya Perawatan Irigasi

TAPAKTUAN|DiliputNews.com – Sejumlah petani di kawasan areal persawahan Krueng Baru Desa Kuta Trieng, Desa Pantee Geulima dan Desa Suak Lokan Kecamatan Labuhan Haji Barat (Labar), Kabupaten Aceh Selatan mengeluhkan kondisi irigasi yang mengaliri sawah mereka.

Seorang petani, Amnar, 49 tahun, warga Desa Kuta Trieng kepada DiliputNews.com, Kamis (14/11) mengatakan, melihat kondisi irigasi tersebut, perlu mendapatkan perawatan serius, karena keberadaan irigasi itu sangat bermanfaat bagi para petani.

Ia mengaku, sejak bertahun-tahun lalu dirinya dan puluhan para petani yang memiliki sawah di sepanjang aliran sungai krueng sebelah Aceh Selatan khususnya daerah Labuhan Haji Barat yang dialiri air yang berada di bawah jembatan krueng baru.

“Meskipun datang musim kemarau, namun air untuk daerah kami tidak ada masalah,” sebutnya.

Selain itu, Zainuddin petani lainnya yang ditemui DiliputNews.com di lokasi irigasi, mengatakan, perawatan irigasi yang masih berbentuk irigasi tradisional itu selalu dikerjakan para petani dengan cara swadaya, dimana katanya puluhan petani dalam satu tahun tiga kali bergotong royong membersihkan irigasi serta merehap yang rusak dan selalu mengumpulkan uang dari para petani tanpa adanya bantuan dari pemerintah daerah.

“Tapi berapalah biaya yang bisa kita kumpulkan dari para petani, sedianya pemerintah jangan menutup mata dengan keadaan kami sekarang ini,” ujar Zainuddin.

Apalagi, kata dia, kondisi irigasi saat ini sudah sangat uzur dan butuh perawatan serius, jika kondisi irigasi dibiarkan seperti itu, dikwatirkan musim tanam ke depan akan bermasalah.

“Kita sudah laporkan hal ini kepada pihak kecamatan, namun belum ada respon,” ungkapnya

Sementara Tokoh masyarakat Krueng Baru, Daspuri DP, mengatakan untuk biaya perawatan irigasi, beberapa bulan lalu sebelum masa tanam tiba, sejumlah petani dan pihak kecamatan meminta bantuan excavator miliknya, biaya operasional pengerjaan tersebut ditanggulangi dengan dana pribadi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pak Camat agar masalah ini diteruskan ke kabupaten,” kata Daspuri.

Menjawab masalah perawatan Irigasi, Camat setempat, Armis Umar SE saat dikonfirmasi DiliputNews.com diruang kerjanya, membenarkan kondisi irigasi tradisional di krueng baru itu, pihaknya mengakui sudah mengusulkan agar irigasi tersebut dijadikan irigasi tekhnis agar ada dana untuk perawatan.

“Kita sudah usulkan hal itu, namun kita belum tahu apa ditangggapi pihak kabupaten, nanti kita konfirmasi balik, maaf ya kami buru-buru, ada kegiatan,” ujarnya singkat.(Red/Zal)