INSOSDES Desak Panwaslu Aceh selatan Tuntaskan Caleg Rangkap Parpol

oleh
KIP Nagan Raya Belum Dilantik
Pemilu 2014 / Ilustrasi
Pemilu 2014 / Ilustrasi

TAPAKTUAN | DiliputNews.com Institute Study of Sosial development Strategy ( INSOSDES) Aceh selatan, menilai Panitia menilai Panitia Pengawas Pemilu atau Panwaslu Aceh Selatan lamban dalam menangani persoalan adanya dugaan Calon Anggota Legeslatif (Caleg) yang bergabung lebih dari satu atau rangkap Partai Politik.

deputi kebijakan publik INSOSDES, Rajo Evi, melalui siaran persnya, Jumat, (8/11), yang dikirim kepada DiliputNews.com, terkait adanya indikasi tersebut mereka mendesak agar panwaslu segera mengambil tindakan terhadap para Caleg yang diduga rangkap Parpol.

Lambannya penanganan tersebut,kata dia,disebabkan oleh proses tidak sehat yang dilakukan oleh lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam mengawasi proses Pemilu, padahal menurut, Rajo selama ini pihak Panwaslu sudah memiliki bukti kuat atas dugaan tersebut.

Bukti-bukti kuat yang dimaksud oleh pihaknya, kata dia, seperti telah dilakukan pemeriksaan saksi dan temuan lainnya oleh pihak Panwaslu Kabupaten setempat.

“Sesuai dgn UU partai politik Nomor 2 Tahun 2011 tentang tdk boleh rangkap ke anggotaan partai politik serta UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang penyelanggaraan pemilu. Maka setiap Caleg tidak boleh rangkap. Keanggotaan parpol dan harus melampirkan surat pengunduran diri dari partai terdahulu. Namun sejak penetapan Caleg oleh KIP hingga hari ini blm ada tindakan atau tindaklanjut dari Panwas,” ujarnya.

Pihaknya menduga atas sikap diam yang dilakukan Panwaslu hingga hari ini, disebut-sebut adanya intervensi dari pihak Eksekutif maupun pihak Legeslatif yang meminta Panwaslu untuk bungkam terhadap persoalan tersebut. Kecurigaan dari INSOSDES, kata dia, merupakan pengakuan dari sumber yang pernah memberikan keterangan kepada lembaga tersebut.(Red)