Dishubtel Aceh Barat Hentikan Aktivitas Rekanan PT.Mifa

oleh
Dishubtel Aceh Barat Hentikan Aktivitas Rekanan PT.Mifa
Dishubtel Aceh Barat Hentikan Aktivitas Rekanan PT.Mifa
Dishubtel Aceh Barat Hentikan Aktivitas Rekanan PT.Mifa

MEULABOH | DiliputNews.com – Dinas Perhubungan Dan Telekomonikasi (Dishubtel) Aceh Barat, menghentikan aktivitas bongkar muat bahan material pembangunan pelabuhan milik PT. Mifa Bersaudara yang dilakukan dilokasi tanah milik Pemkab setempat.

Kepala Dinas Dinas Perhubungan Dan Telekomonikasi  Aceh Barat, Syahluna Polem, didampingi kepala UPTD,Zulkifli, kepada DiliputNews.com, Kamis (7/11) mengatakan penghentian bongkar muat material pembangunan pelabuhan PT.Mifa itu lantaran perusahaan yang disebut-sebut PT.BAMA selaku perusahaan rekanan, yang dikelola secara teknis dilapangan oleh PT.Buana Putra Lestari tidak memiliki izin.

“Rekanan perusahaan Mifa, tidak memiliki izin lindung dari cuaca buruk selama dua kali bongkar, serta izin penyewaan tempat penumpukan pipa besi dilokasi Pos TNI – AL, juga tidak dimiliki perusahaan tersebut,” kata Syahluna.

Menurutnya secara izin lindung mereka hanya mengurus satu kali, sementara secara aturan yang berlaku setiap memasuki perairan daerah mereka wajib mengurus izin lindung di Pemerintah daerah setempat.

“Selama ini untuk penumpukan barang mereka hanya memiliki izin penumpukan di pelabuhan Jetty yang dikelola PT.Pelindo. Tapi karena alasan cuaca selama ini mereka pindah ke wilayah perairan yang dikelola daerah sehingga mereka wajib mengurus izin terutama sewa tempat,” ungkapnya.

Ia menuturkan, apa yang dilakukan pihaknya terhadap perusahaan PT. Buana Putra Sari itu, bukanlah tindakan yang berlebihan akan tetapi untuk memperjelas pajak restribusi daerah atas tempat yang digunakan oleh perusahaan tersebut.

“Baru-baru ini, kita dipanggil oleh Dewan mempertanyakan atas restribusi terkait bongkar muat ditanah pemkab tersebut, karena itu kita coba memperjelasnnya, dengan meminta agar perusahaan tersebut mengurus izin sewa menyewa lahan,” katanya.

Ia menambahkan, berkaitan dengan hal ini pihaknya telah membangun komunikasi dengan rekanan PT.Mifa tersebut, serta PT.Mifa terkait izin yang disyaratkan.

Setelah komunikasi dibangun, pihak rekanan perusahaan itu, berjanji akan segera mengurus izin sewa menyewa tempat dilokasi aktivitas perusahaan.(Red)