Komisi D DPRK Aceh Barat Bantah Keterlibatan Dugaan Korupsi 12 Miliar

oleh
Korupsi / Ilustrasi
Keterlibatan Dugaan Korupsi  / Ilustrasi
Keterlibatan Dugaan Korupsi / Ilustrasi

MEULABOH | DiliputNews.com – Terkait adanya dugaan kasus korupsi senilai 12 miliar, termasuk didalamnya dugaan kasus korupsi Yayasan Magribi senilai, 6,2  miliar yang disebut- sebut juru bicara  fraksi Dewan Pewakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, yang diduga melibatkan ketua Komisi D, sebagaimana diberitakan sebelumnya , dibantah keras oleh, Zainal Abidin, selaku ketua Komisi D, Zainal Abidin.

Zainal Abidin,Kepada DiliputNews.com, Rabu,(6/11), mengatakan apa yang disebut- oleh ketua Fraksi Bersama itu merupakan fitnah, dan ia meminta agar juru bicara fraksi bersama itu untuk melakukan klarifikasi atas pernyataan yang disampaikannya.

Ia menilai, Jurubicara Fraksi Bersama tersebut telah melakukan penceramaran nama baik, yang merugikan ia selaku ketua Komisi D.

“Saya minta dalam tempo 7 hari agar segera mengklarifikasi atas apa yang disampaiakn oleh jubir fraksi bersama, jika tidak itu sama dengan pencemaran nama baik terhadap saya selaku pribadi,” kata dia.

Zainal menegaskan, Jika apa yang disampaikan oleh juru bicara Fraksi bersama itu tidak segera diklarifikasi maka ia mengancam akan melakukan somasi terhadap Juru Bicara Fraksi bersama itu, serta akan  melaporkannya ke aparat penegak hukum.

Ia menambahkan, jika dilihat dalam pendirian bangunan yayasan Magribi, dari dana sebesar 1,9 miliar tidak ada dugaan korupsi karena  tidak adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan.(Red)

BERITA SEBELUMNYA :
DPRK Aceh Barat Laporkan Korupsi Rp12 Miliar