Bendera Merah Putih Terbalik Berkibar Di Meulaboh

oleh
Bendera Merah Putih Terbalik Berkibar Di Meulaboh
Bendera Merah Putih Terbalik Berkibar Di Meulaboh
Bendera Merah Putih Terbalik Berkibar Di Meulaboh

MEULABOH | DiliputNews.com – Satu lembar Bendera Merah Putih terlihat berkibar dengan posisi terbalik diantara beberapa bendera yang dipasang secara berjajar di  Bundaran Simpang Pelor, Pusat Kota Meulaboh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Adanya lambang benderan Negara Republik Indonesia yang terpasang dengan posisi terbalik  Sabtu, (2/10), menjadi heboh dan sempat menarik perhatian warga yang melintas disekitar kawasan itu. Benar saja saat wartawan DiliputNews.com, menuju kelokasi memang sempat melihat adanya pemasangan Bendera dengan Posisi terbalik, dimana warna Putih berada di atas dan warna merah berada dibawah.

Tak lama kemudian terlihat seorang pria yang menggunakan baju berwarna putih dengan celana jeans biru, dan wajah tertutup helm memperbaiki posisi bendera tersebut.

Bendera yang terpasang dalam kondisi terbalik tersebut, merupakan bendera yang dipasang oleh Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Aceh Barat bersama Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat, Kamis malam, 31 Oktober 2013 lalu.

Menurut keterangan Kepala Satpol PP dan WH Aceh Barat, Samsul Alam, Saat  dihubungi DiliputNews.com mengatakan, bendera yang dikibarkan di Bundaran  Simpang Pelor kala itu, tidak ada posisi yang terbalik.

Ia memastikan tidak adanya posisi bendera yang terbalik, lantaran usai pemasangan mereka mencermati kembali. “Akan tetapi hari ini kita mendapat laporan ada bendera yang terbalik, kita langsung minta anggota kita untuk melakukan pengecekan dan memperbaikinya” kata dia.

Ia juga masih belum faham kenapa baru hari ini bendera tersebut ditemukan dengan posisi bendera itu tidak sesuai dengan yang diharapkan. Diakuinya juga,  saat pemasanga memang bukan hanya Pol PP dan WH yang terlibat, namun juga dibantu oleh KIP dan Dinas Kebersihan setempat.

Meski demikian ia mengakui kalau itu terjadi karena khilaf bukan faktor kesengajaan, “Namanya juga manusia. Tidak mungkin sempurna saat melakukan sesuatu.  khilaf itu pasti ada,” pungkasnya.(Red)