Wartawan Media Online Dicekik Polisi Saat Liput Demo

oleh
Pemukulan Wartawan / Ilustrasi
Pemukulan Wartawan / Ilustrasi
Pemukulan Wartawan / Ilustrasi

SABUSSALAM | DiliputNews.com – Wartawan media online lokal Aceh, The Globe Journal yang bernama,Kaya Alim, sempat mendapat perlakukan tidak menyenangkan dari salah satu personil polisi jajaran Polisi Sektor Subulussalam saat melakukan liputan demontrasi yang dilakukan masyarakat dikantor Dinas Catatan  Kependudukan dan catatan Sipil atau Disdukpil Subulussalam, Jumat, (1/11).

Menurut cerita dari,Kaya Alim, saat itu masyarakat Subulussalam melakukan aksi di Disdukpil setempat karena menduga banyaknya Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dipalsukan atau bodong.

Mencuatnya KTP bodong tersebut, kata dia, setelah warga mencurigai adanya pengurangan jumlah pemilih 500 orang di Kecamatan Penaggalan, dari jumlah pemilih sebelumnya saat berlangsung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2012, yang harusnya di perkirakan oleh warga bertambah.

Ketika aksi berlangsung, kata dia, suasana di Dinas itu sempat memanas bahkan kepala Disdukpil bernama Kabun Bancin, sempat dilempari botol bekas.

“Saat itu diminta kepada warga untuk mengutus perwakilan, namun saat perwakilan bernegosiasi kedalam, akan tetapi saat keluar dari dalam kantor tersebut sepertinya tidak ada hasil. Karena tidak ada hasil warga makin memanas” ungkapnya.

Ia menambahkan, ketika suasana makin tegang personil polisi yang melakukan pengawalan sempat menenangkan massa yang melakukan aksi, namun ada masyarakat yang mengucapkan kalimat mereka tidak percaya pada polisi, hingga membuat polisi marah.

“Saat saya lihat polisi sedang marah saya sempat ingin mengabadikan gambar dengan menggunakan kamera HP saya, tapi polisi menepis dan mencekik leher saya lalu mendorong saya ke belakang” ujarnya.

Saat Kaya didorong kebelakang, ia sempat menjelaskan bahwasanya ia adalah wartawan yang sedang melakukan liputan, namun sayangnya pihak kepolisian yang melakukan pagar betis tidak menggubrisnya dan tetap mendorongnya.

Karena mendapat perlakuan semena-mena dari personil polisi tersebut, ia pun melaporkan kepada Kapolres Singkil dan Subulussam, AKBP. Anang Triarsono.

“Saya sudah lapor kapolres dan ia bilang bilang personil polisi itu tidak tahu kalau saya polisi, kalau tahu pasti saya tidak didorong. Saya merasa aneh dengan jawaban itu padahal pada saat itu saya menyematkan ID Card saya” kata dia.

Meski demikian, kata Kaya, Kapolres akan menindak lanjuti dan melakukan pemeriksaan terhadap personil kepolisian atas peristiwa kekerasan yang dialaminya saat melakukan liputan.(Red)