Bintang Radio Meulaboh Dan Optimisnya Di Kancah Nasional

oleh
Ridho Ulfa Cut Arka
Ridho Ulfa Cut Arka
Ridho Ulfa Cut Arka

Meski terik matahari siang itu , Rabu,(30/10), terasa membakar langit Kota Meulaboh, namun suasana di Caffe Taman Sari, yang terletak di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan,Aceh Barat, seakan tak berlaku. Lantaran cuaca terik di tempat itu terbayar dengan lantunan suara emas dari gadis berwajah hitam manis dan raut muka berbentuk oval yang dibalut hijab bewarna hijau daun, serta postur tubuh 168 centimeter.

Gadis itu bernama, Ridho Ulfa Cut Arka, ia adalah juara Bintang Radio RRI Meulaboh untuk kategori wanita dua kali berturut- turut yakni pada tahun 2012 dan 2013. Gadis kelahiran Meulaboh,13 Januari 1992 silam.

Usai membawa tiga tembang,Rido ulfa pun turun dari panggung dan langsung menuju ke meja para wartawan yang sedang berkumpul dipojok kanan Caffe. Dengan ramah, Ridho Ulfa, menyalami satu persatu lalu mengambil kursi dan duduk bersama. Bersama para wartawan yang semeja dengannya, ulfapun bercerita dan berbagi pengalaman hingga ia menjadi juara dua kali untuk audisi Bintang Radio RRI Meulaboh.

Menurut cerita, Ridho Ulfa, awalnya ia ikut audisi Bintang Radio yang digelar oleh RRI Meulaboh pada tahun 2012, bukanlah sesuatu yang disengaja atau keinginan dirinya tapi permintaan dari ibunya.

Saat ibunya menawarkan, Ulfa, awalnya menolak karena ia belum percaya diri.Namun setelah berfikir panjang akhirnya ia menyetujui tawaran ibunya, dan Ridho Ulfa mendaftarkan dirinya untuk ikut kontes itu.

“Awalnya saat di minta sama ibu, ulfa ragu untuk mengikitunya tapi setelah difikir-fikir akhirnya ulfa coba permintaan ulfa,” ungkapnya.

Tak disangka-sangka pertama sekali mengikuti kontes Bintang Radio 2012 lalu, Ridho Ulfa, berhasil menyabet juara pertama untuk kategori wanita, akhirnya ia dipercayakan untuk mewakili Meulaboh, untuk mengikuti audisi Bintang Radio RRI tingkat nasional yang dilaksanakan di Medan.

Meski tidak berhasil gagal ketika ikut ditingkat nasional namun bagi, Ridho Ulfa, sudah menjadi kebanggaan karena bisa mewakili tanah kelahirannya untuk audisi itu.

Jika dilihat dalam kehidupannya sehari- hari wajar jika wanita yang memiliki suara sofran bass itu, mampu mencuri perhatian saat siapapun mendengarkan suaranya kala ia bernyanyi diatas panggung, karena selain dari suara dan bakat alaminya dibidang tarik suara sedikit tidaknya bisa dikaitkan dengan faktor keturunan.

Jika ada pepatah, Buah jatuh tak jauh dari pohonnya maka pepatah itu pantas disematkan kepadanya, lantaran ayahnya yang bernama,Teungku Arsyad Kadam, sebagai mantan qari juga memiliki suara merdu saat melantunkan ayat- ayat suci Al-Quran, hingga ayahnya juga mampu mengharumkan nama Aceh Barat pada tingkat nasional dalam perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Suara merdu bukan hanya dimiliki oleh ayahya, akan tetapi suara ibunya juga tak jauh berbeda dengan suaranya maupun ayahnya, pasalnya ibu dari,Ridho Ulfa, yang bernama, Hj.Cut Surya Dewi, juga mantan penyanyi dari personil grup gambus El-Soraya.

Bebicara tentang suara, menurut penuturan Ridho Ulfa, selama ini ia sering menjaga kualitas suara nya dengan cara meminum air cabai rawit yang telah dihaluskan dan disaring. Menurutnya meminum air cabai rawit yang teah dihaluskan itu berfungsi untuk membuat suara tetap tinggi.

“Kebiasaan lain yang ulfa lakukan adalah menelan kuning terlur ayam kampung yang biasa ulfa lakukan setiap satu minggu sekali. Ini ulfa lakukan agar tenggorokan ulfa tetap basah,” kata dia.

Kebiasaan lain yang ia lakukan selama ini juga meminum air embun yang ia tampung di dalam gelas dimalam hari dan pada subuh atau menjelang salat subuh ia meminumnya, agar kerongkongannya tetap segar.

Untuk bisa memperoleh juara pada audisi Bintang Radio tingkat Nasional nantinya, Kata Ridho Ulfa, ia sedang sibuk berlatih dengan memanfaatkan waktu luang, sehingga cita- citanya untuk mengharukan nama Aceh dikancah nasional nantinya dapat diwujudkan.

“Saat ini Ulfa sedang berlatih dengan om Mustafa Hukas mantan penyanyi era 90-an berasal dari Banda Aceh,” kata dia.

Selain latihan dengan Mustafa Hukas, kata dia, selama ini ia juga sering berlatih sendiri selain ia bernyanyi sendiri dirumah. Adik sepupu dari almarhum mantan penyanyi melayu internasional,Cut Intan Arhas ini juga senang bernyanyi tempat umum seperti caffe- caffe yang memiliki organ tunggal.

“Yang jelas untuk audisi tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Papua ini Ulfa optimis bisa mengharumkan nama Aceh dan menyabet juara pertama. Dengan berbekal pengalaman pada tahun lalu,” kata ulfa.

Selain terus disibukkan dengan latihan bernyanyi Mahasiswi smester akhir Institut Agama Islam Ar-Raniry, Fakultas Tarbiyah Jurusan PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidayah), juga sedang menyusun skripsi untuk menyelesaikan kuliahnya dikampus tersebut.(Red/Af)