Caleg Perempuan Aceh Bukanlah Pelengkap Penderita

oleh
Caleg Perempuan Aceh Bukanlah Pelengkap Penderita
Caleg Perempuan Aceh Bukanlah Pelengkap Penderita
Caleg Perempuan Aceh Bukanlah Pelengkap Penderita

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), M. Jafar, SH.M.Hum mengatakan, keterwakilan perempuan Aceh sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada 2014 mendatang bukan hanya sebagai pelengkap ataupun untuk memenuhi kuota dalam partai.

Hal tersebut dikatakannya, dalam kegiatan penguatan Kapasitas Politik Perempuan, yang berlangsung di Aula Serbaguna Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (30/10).

Ia menjelaskan, keterwakilan perempuan dalam pengurus partai politik (parpol) sudah diatur dalam undang-undang sesuai dengan perspektif perundang-undangan nomor 2 tahun 2011 dan undang-undang nomor 8 tahun 2012.

“Dalam aturan tersebut perempuan punya peluang cukup dalam berpolitik, dimanapun ada partai politik, sebab untuk memilih eksekutif atau legislatif tidak memandang dari unsur manapun baik laki-laki ataupun perempuan,” ungkap Jafar.

Dalam rangka meningkatkan partisipasi politik perempuan menuju pemilu legislatif 2014 itu, M. Jafar menambahkan, caleg perempuan sendiri lebih kepada penguatan kapasitas perempuan itu sendiri sebagai aspirasi rakyat.

“Jadi jangan ada yang menyalah artikan, keterwakilan perempuan itu punya peran penting sebagai penguatan dalam partai bukan sebagai pelangkap penderita,” katanya menambahkan.

Disamping itu, Jafar juga menuturkan seorang caleg dilarang melakukan money politik, yang boleh dilakukan adalah penyediaan  kurs politik.

“Dalam berpolitik kita memerlukan uang sebagai penunjang untuk mempromisikan diri kita agar lebih dikenal dimata masyarakat, namanya saja politik asal jangan menghalalkan segala cara,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut, dihadiri sejumlah peserta perempuan pengurus partai politik, perempuan pengurus organisasi kemasyarakatan dan perempuan pegiat politik, di Aceh Barat Daya.(Red/Zal)