Buruh Aceh Minta Naik Upah Minimum 50 Persen

oleh
Aliansi Buruh Aceh / Antara Foto
Aliansi Buruh Aceh / Antara Foto
Aliansi Buruh Aceh / Antara Foto

BANDA ACEH | DiliputNews.com – Puluhan Buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Aceh (ABA) melakukan aksi didepan halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Senin (28/10). Dalam aksi tersebut buruh menuntut agar upah minimum kerja (UMP) 2014 sebesar 50 persen.

“Kami menuntut DPRA harus peduli kepada buruh, karena selama ini ubah yang kami dapatkan terlalu kecil,”ujar Samsul Raden selaku Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SPSI) Aceh kepada wartawan sesuasi melakukan aksi.

Selain itu, massa buruh juga mendesak Pemerintah untuk menghapuskan Sistem Kerja Outsourcing yang selama ini sangat menyengsarakan kaum pekerja dan untuk segera menjalankan program jaminan kesehatan (PJK).

“Segera jalankan PJK pada awal januari 2014 ini bagi seluruh rakyat tanpa kecuali, tingkatkan kesejahteraan para guru kontrak dan honor untuk pendidikan yang lebih baik dan segera sahkan qanun ketengakerjaan diaceh yang partisipatif dan mengakomodir kepentingan buruh semua,”jelasnya.

Setelah melakukan orasi beberapa jam, perwakilan para buruh dipanggil oleh pimpinan DPRA guna melakukan pertemuan untuk membicarakan masalah tuntutan yang diinginkan.

Ketua SPSI Aceh, Samsul Raden yang ikut dalam pertemuan tersebut mengatakan hasil dari pertemuan tersebut, pihak DPRA menerima seluruh tuntutan yang buruh sampaikan dan segera akan melakukan rapat dengan seluruh anggota.

“Mereka sangat mendukung dengan tuntutan kami, mereka segera akan melakukan rapat untuk membicaraka hal yang kami inginkan,”kata Ketua SPSI Aceh.

Sementara itu Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda menjelaskan kedepan DPRA dan Pemerintah Aceh akan mencari solusi yang baik untuk kepentingan buruh, karena selama ini buruh sangat dirugikan dengan UMP yang sangat kecil.

“Kami sedih melihat buruh hari ini, segera kami akan melakukan pertemuan dengan pemerintah aceh untuk mencari solusi dangan apa yang mereka tuntu, karena ini penting, yang kami inginkan buruh jangan dirugikan diaceh,”jelas Sulaiman Abda.(/Red/Fz)