Pemuda Diminta Memahami Perkambangan Investasi Di Aceh Barat

oleh
Pemuda Diminta Memahami Perkambangan Investasi Di Aceh Barat
Pemuda Diminta Memahami Perkambangan Investasi Di Aceh Barat
Pemuda Diminta Memahami Perkambangan Investasi Di Aceh Barat

MEULABOH | DiliputNews.com – Pemuda diminta dapat memahami peluang dan tantangan dalam perkembangan investasi di Kabupaten Aceh Barat, serta memberikan rekomendasi bagi para pengambil kebijakan untuk memperkuat peran dan keterlibatan pemuda

Hal tersebut dikatakan Ketua KNPI Aceh Barat, T Novian Nukman, SP kepada DiliputNews.com, Sabtu (27/10) disela diskusi publik membahas peluang dan tantangan bagi pemuda dalam perkembangan investasi di Aceh Barat.

“Melalui kegiatan ini nantinya bisa terbuka akses informasi dan kesempatan bagi pemuda serta bisa sharing informasi tentang perkembangan investasi di Aceh Barat,” katan Novian.

Selain itu, kata Novian, akan teridentifikasi peluang, tantangan dan hambatan bagi pemuda serta memberikan rekomendasi bagi para pengambil kebijakan untuk memperkuat peran dan keterlibatan pemuda dalam perkembangan investasi.

Kabid Pertambangan, Helmi, yang mewakili pemerintah daerah menyampaikan investasi yang berkembang di Aceh Barat, member peluang besar bagi pemuda dan juga menjadi tantangan. Kabupaten Aceh Barat memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang banyak, khususnya bidang pertambangan.

Dikatakan Helmi, tantangan saat ini adalah antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah masih belum bersinergi dalam regulasi. “Perlu dikaji ulang terhadap regulasi pertambangan yang saat ini sedang di godok oleh pemerintah Aceh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Helmi mengatakan pada tahun 2015, kabupaten Aceh Barat akan kehadiran dua investor besar yang akan membuka peluang bagi pemuda. Tantangannya adalah saat ini masih kurangnya sumber daya manusia yang memadai. “Perlu ada upaya dari semua pihak mempersiapkan SDM yang di Kabupaten Aceh Barat,” lanjut Helmi.

Hal senada juga dikatakan oleh Handi Andrian, perwakilan dari perusahaan tambang PT Mifa Bersaudara, peluang dan tantangan bukan hanya bagi pemuda, tapi bagi perusahaan sendiri memiliki peluang dan tantangan.

Sebelum melakukan investasi di kabupaten Aceh Barat, pihak perusahaan juga melihat peluang dan setelah berjalan memiliki tantangan, seperti tantangan struktural.

“Tantangan yang paling besar bagi perusahaan saat ini, tentang regulasi pertambangan yang dikeluarkan oleh pemerintah Aceh, sama sekali tidak berpihak kepada perusahaan,” ungkapnya.

Menurut Handi, jika regulasi pertambangan tersebut tidak di kaji ulang, akan berakibat para investor akan pergi dari Aceh Barat. Setoran sebanyak 25 persen itu sangat memberatkan para investor.  “Kalau pemerintah Aceh meminta setoran sebesar 25 persen, Mifa akan mundur,” ujarnya menambahkan. (Red/Za)