Tolak Pembahasan Anggaran, Mahasiswa STIMI Demo DRPK

oleh
Tolak Pembahasan Anggaran, Mahasiswa STIMI Demo DRPK
Tolak Pembahasan Anggaran, Mahasiswa STIMI Demo DRPK
Tolak Pembahasan Anggaran, Mahasiswa STIMI Demo DRPK

MEULABOH | DiliputNews.com – Puluhan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Meulaboh, Jum’at (25/10) sekitar pukul 10.30 Wib, melakukan aksi  di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat.

Dalam Aksinya, mahasiswa meminta kejelasan dari pihak DPRK Aceh Barat terkait dilakukan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (RAPBK) Tahun 2014 di Kantor Bappeda Aceh Barat, yang seharusnya dibahas di Gedung DPRK setempat.

Mahasiswa menilai pembahasan RAPBK 2014 yang dilakukan di Kantor Bappeda Aceh Barat, melanggar ketentuan hukum dan terkesan di tutup-tutupi, sarat kepentingan serta sama sekali tidak memihak kepada masyarakat.

Lebih lanjut, dalam aksi tersebut mahasiswa juga menyampaikan tuntuntan diantaranya meminta kepada Gubernur Aceh dan Menteri Dalam Negeri untuk menolak Rancangan APBK Tahun 2014 Kabupaten Aceh Barat, karena pembahasan dilakukan tidak melalui mekanisme yang ada.

“Pihak DPRK dan Pemkab diduga sengaja bekerjasama untuk meloloskan anggaran yang dibahas secara tertutup dan sengaja membuat rapat di kantor Bappeda Aceh Barat, supaya tidak diketahui oleh wakil rakyat lain dan kalangan masyarakat,” kata Koordinator Aksi, Pudin Priana.

Dalam tuntutan yang dibacakan oleh orator aksi, mahasiswa juga meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan penyelidikan dan pengusutan terhadap APBK Aceh Barat yang dinilai tidak memihak kepada rakyat.

Selain itu, mahasiswa juga meminta kepada DPRK Aceh Barat untuk melakukan pembahasan ulang RAPBK secara terbuka di Gedung DPRK dan membatalkan hasil pembahasan yang dilakukan di kantor Bappeda Aceh Barat.

Mahasiswa mengacam, jika tidak dilakukan pembahasan ulang terhadap RAPBK Tahun 2014, sampai akhir Oktober 2013, pihaknya akan melakukan aksi demontrasi besar-besaran dengan mengerahkan mahasiswa untuk menduduki Gedung DRPK Aceh Barat.

“Jika sampai akhir oktober ini tidak dilakukan pembahasan ulang, kami akan melakukan demo secara besar-besaran, dengan mengerahkan mahasiswa lebih banyak lagi untuk menduduki kantor DPRK ini,” teriak orator aksi.

Setelah satu jam berorasi secara bergantian di depan gedung DPRK Aceh Barat, namun tidak mendapatkan respon apapun dari anggota DPRK, beberapa orang perwakilan mahasiswa masuk kegedung DPRK untuk meminta penjelasan kepada Sekretaris Dewan (Sekwan).

Namun, karena tidak puas mendapatkan jawaban dari Sekwan, mahasiswa melanjutkan aksi ke kantor Bappeda Aceh Barat, untuk meminta penjelasan dari Ketua DPRK yang sedang melakukan pembahasan anggaran dikantor tersebut.

Akhirnya, sekitar setengah jam mahasiswa berorasi didepan kantor Bappeda, Ketua DPRK Aceh Barat, Ishak Yusuf menemui para mahasiswa untuk memberikan penjelasan terkait pembahasan RAPBK yang dilakukan di kantor Bappeda.

Ishak Yusuf menyampaikan kepada mahasiswa, pihaknya melakukan hal tersebut sudah sesuai dengan aturan, sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2010 Pasal 74 tentang Tata Tertib DPRD, yang menyebutkan, Dalam hal rapat tidak dapat dilaksanakan di gedung DPRK karena kebutuhan atau alasan tertentu, rapat DPRK dapat dilaksanakan di tempat lain yang ditentukan oleh pimpinan DPRK.

Dikatakan Ishak, pembahasan anggaran tidak dilakukan di gedung DPRK, dikarenakan menyangkut keamanan di DPRK sedang tidak kondusif, mengingat beberapa hari yang lalu baru terjadi insiden di internal DPRK.

“Penentuan tempat pembahasan anggaran, sebelumnya kami sudah melalukan musyawarah sesama anggota, dan mendapatkan kesepakatan pembahasan dilakukan di Kantor Bappeda Aceh Barat,” ujarnya.

Terhadap tuntuntan mahasiswa, Ishak meminta kepada mahasiswa untuk menyampaikan secara resmi kepada DRPK dan pihak DPRK akan menjawab terkait tuntuntan tersebut.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Ketua DPRK Aceh Barat, akhirnya mahasiswa membubarkan diri. (Red/Za)