Penyusunan Raqan KKR Libatkan Korban Konflik

oleh
Tuntaskan Palanggaran HAM DI Aceh / Ilustrasi
Tuntaskan Palanggaran HAM DI Aceh / Ilustrasi
Tuntaskan Palanggaran HAM DI Aceh / Ilustrasi

BANDA ACEH | DiliputNews.com – DPR Aceh membuka ruang dan melibatkan para korban konflik dalam penyusunan Rancangan Qanun (Raqan) Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR), sehingga aturan tersebut bisa menyentuh mereka.

‘Kami mengajak masyarakat Aceh, terutama korban konflik ikut terlibat dalam penyusun draf Qanun KKR,’ kata Wakil Ketua Komisi A DPR Aceh Nurzahri di Banda Aceh, Kamis (24/10).

Menurut dia, keterlibatan korban konflik dalam penyusunan draf qanun dengan memberikan masukan, sehingga pasal-pasal yang akan diatur nantinya bisa mengakomodir keinginan mereka.

Selama itu, kata dia, pansus penyusun draf Qanun KKR sudah menggelar berbagai seminar, mencari masukan untuk penyempurnaan rancangan peraturan daerah tersebut.

‘Beberapa waktu lalu kami menggelar diskusi dengan sejumlah lembaga penggiat hak asasi manusia di Jakarta dan hasilnya cukup positif untuk penyempurnaan draf Qanun KKR,’ kata dia.

Menyangkut desakan segelintir pihak yang menuntut pengesahan Qanun KKR, Nurzahri menyatakan itu merupakan hal biasa di alam demokrasi sekarang ini, namun begitu pihaknya tetap menyahuti tuntutan tersebut.

‘Kami tetap berkomitmen akan menyelesaikan dan mengesahkan Qanun KKR tahun ini juga. Apalagi, saat ini kami masih menunggu masukan korban konflik guna penyempurnaan qanun,’ kata dia.

Nurzahri mengatakan, pembuatan Qanun KKR merupakan perintah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).(Red/Ant)