BPBD: 368 Rumah Di Tangse Rusak Akibat Gempa 5,2 SR

oleh
368 Rumah Di Tangse Rusak Akibat Gempa
368 Rumah Di Tangse Rusak Akibat Gempa
368 Rumah Di Tangse Rusak Akibat Gempa

PIDIE | DiliputNews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie kembali mendata kerusakan rumah terparah dalam peristiwa gempa 5,6 Skala Richter (SR) yang menggncang Aceh, Selasa (22/10) kemarin.

“Data sementara kerusakan di Kecamatan Tangse akibat gempa berjumlah 368 bangunan, termasuk dalam kategori rusak ringan dan rusak berat yang tersebar dalam 14 desa di Kecamatan Tangse,” kata Kepala Pelaksana BPBD Pidie, Apriadi, Rabu (23/10) yang dihubungi DiliputNews.com.

Menurut Apriadi, dampak terparah gempa yang terjadi Selasa siang kemarin bukan hanya di Tangse, akan tetapi juga di dua Kecamatan lainnya yang bertetangga, yaitu Geumpang dan Mane.

Sementara untuk korban yang meninggal, katanya Apriadi, atas nama Abubakar Rasyid berusia 90 tahun, warga Dusun Alue Landing, Kecamatan Mane. Dan korban luka yang dirujuk ke Sigli adalah Naziatul Hikmah 16 Berusia 16 Tahun yang mengalami patah kaki dan Azirmi berusia 45 Tahun yang mengalami luka di bagian kepala, keduanya warga Desa Neubok Badeuk.

”Saat ini kedua korban yang mengalami luka-luka telah dilarikan ke rumah Sakit Di Ibu Kota Kabupaten Pidie,”imbuhnya.

Ia menambahkan, hingga Malam Kemarin tidak ada warga yang mengungsi, meski demikian pihak BPBD tetap menyiagakan berbagai kebutuhan jika terjadi pengungsian. Lokasi kamp yang disiapkan di Kantor Camat Tangse.

“Korban gempa yang mengungsi tidak ada, hanya saja korban yang rusak rumahnya didirikan tenda darurat,” tandasnya.

Ia mengaku, saat ini kebutuhan kebutuhan logistik bagi korban gempa di Tangse Kabupaten Pidie, Dinas Sosial Kabupaten Pidie dan ProvinsiAceh, Juga telah memberikan Bantuan yang mana  bantuan tersebut sudah tiba di Tangse Selasa (22/10) malam, dan diserahkan melalui Pemerintah Kecamatan.

”Bantuan sudah datang dari Dinas Sosial Kabupaten Pidie dan Provinsi Aceh yang mana Bantuan tersebut akan diserahkan oleh Pemerintah Kecamatan melalui aparat gampoeng,” ungkapnya. (Red/Fd)