AMDK Ie Abdya Diduga Menggunakan Nomor Registrasi Palsu

oleh
AMDK Ie Abdya
AMDK Ie Abdya
AMDK Ie Abdya

BLANGPIDIE | DiliputNews.com – Pemasaran produksi air minum dalam kemasan (AMDK) Ie Abdya yang sudah beredar ditengah masyarakat selama tiga bulan lebih, diduga menggunakan nomor regestrasi palsu.

Hal itu terungkap, saat tim dari Balai Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) perwakilan Provinsi Aceh melakukan pengecekan kelayakan makanan dan minimum di wilayah itu, beberapa hari lalu.

Kasie Jamkes dan Kefarmasian Dinkes Abdya Zulkifli S.Si. APT yang dikonfirmasi DiliputNews.com, Senin (21/10) mengatakan, setelah dilakukan pengecekan di website Balai POM RI ternyata AMDK Ie Abdya milik  CV.Ukra Jaya yang memakai nomor regestrasi BPOM RI MD.249101001144, di Desa Sunaloh Kecamatan Blangpidie itu ternyata belum terdaftar.

“Kita masih mempertanyakan dengan nomor regestrasi MD (merek dalam negeri) yang digunakan oleh perusahaan tersebut, setelah kita lakukan croscek Ie Abdya tidak ditemukan regestrasi resmi dari balai POM manapun,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, produksi AMDK Ie Abdya, kata  Zulkifli izin usaha dan tempat mendirikan usaha memang sudah lengkap, namun yang menjadi tanda tanya miring bahwa nomor  regestrasi produksinya yang belum jelas dari mana sumbernya.

“Kita tidak bisa berbuat apa-apa kalau Balai POM sendiri tidak menyurati kita untuk memeriksa nomor regestrasi MD AMDK Ie Abdya itu, karna yang berhak menyurati  adalah Balai POM itu sendiri, setelah itu baru kita yang menindaklanjutinya,”katanya.

Zulkifli menjelaskan, syarat pengurusan untuk keluarnya nomor regestrasi BPOM RI  mesti melalui uji Laboraterium Kimia, Fisika dan Microbiologis.

“Kita harus turun dulu, setelah ada hasil lab, baru boleh mengajukan nomor regestrasi MD, paling lama dua minggu sudah keluar dengan biaya pengurusan lima ratus ribu rupiah,” tuturnya.

Lebih lanjut, jelas Zulkifli, sesuai dengan Undang-Undang Nomor  18 tahun 2012 tentang Pangan pasal 140, yang melanggar aturan tersebut akan  dipidana kurungan maksimal 2 tahun dengan denda sebanyak  4 milyar.

“Mereka harusnya tinggal jalankan saja sesuai dengan mekanisme yang ada, kalau itu terus berlangsung maka ditakuti akan berurusan dengan pihak hukum,” katanya menambahkan.

Menanggapi hal itu, Direktur CV Ukra Jaya sekaligus pemilik AMDK Ie Abdya, Ukra, yang dijumpai DiliputNews.com  secara terpisah menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya sudah mengantongi izin  dari Balai POM RI  dan dalam dua minggu ini akan segera diedarkan dengan kemasan serta nomor regestrasi terbaru.

“Kita sudah memproduksi aktif AMDK Ie Abdya ini selama tiga bulan, untuk pengurusan izin itu memakan waktu sekitar 8 sampai 9 bulan, pihak BPOM RI baru mengirimkan nomor regestrasi itu sekitar satu bulan yang lalu, sementara waktu orang BPOM turun kemari, nomor regestrasi perusahaan kita sedang dalam proses,” sebut Ukra.

Keadaan pasar memang sangat membutuhkan Ie Abdya tapi tidak serta merta langsung berlangganan takutnya air akan menumpuk ditoko.

“Diperkirakan 700 sampai 800 dus saja yang kita produksi dalam sehari dan sudah beredar hingga ke wilayah Kabupaten Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Jaya bahkan ke Simeulue, direncanakan akhir bulan ini produk Ie Abdya tidak beredar lagi maka akan diganti dengan yang baru dengan merek “Abdya”, itu sesuai dengan aturan pemerintah tidak memperbolehkan lagi menggunakan nama Ie (Air) yang sama persis dengan isi produksinya,” pungkasnya  (Red/Zal).