Aceh Barat Siapkan 40 Ribu Hektar Kebun Plasma

oleh
Aceh Barat Siapkan 40 Ribu Hektar Kebun Plasma
 Aceh Barat Siapkan 40 Ribu Hektar Kebun Plasma

Aceh Barat Siapkan 40 Ribu Hektar Kebun Plasma

MEULABOH | DiliputNews.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, akan mempersiapkkan 40 ribu hektare areal hak guna usaha (HGU) sebagai inti dan plasma perkebunan karet untuk meningkatkan pendapatan rakyat.

Bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah di Meulaboh, Senin (21/10) mengatakan, program plasma perkebunan karet merupakan isu terbesar sedang dilemparkan ke publik karena diyakini mampu membuat rakyat sejahtera.

“Sekarang isu yang sedang saya lempar dan kerjakan adalah kebun plasma, itu yang paling besar, karena plasma tidak pakek uang pemerintah baik APBN, APBK dan APBA, karena itu kewajban perusahaan, tinggal kita laksanakan sesuai perencanaan,” katanya.

Alaidinsyah menuturkan, apabila sudah terbentuk 40 ribu hektare kebun plasma dengan kontribusi 20 persen dari kebun inti sesuai Permen Nomor 26/2007, maka akan menampung delapan ribu kepala keluarga tenaga kerja.

Untuk percepatan perluasan lahan perkebunan karet, pada 2014 Aceh Barat juga membuka 3.000 hektare lahan perkebunan karet, selain untuk mencukupi kebutuhan bahan baku industri cramb ruber juga memberi kesempatan masyarakat mengelola perkebunan sendiri.

Jelas Alaidinsyah yang akrap disapa Haji Tito ini, pemda akan terus memacu pembangunan kawasan pedalaman Aceh Barat masih terisolir karena keterbatasan akses jalan seperti Woyla Timur, Panton Reu, Pante Ceureumen dan Sungai Mas.

“Kawasan yang masih terisolir di pedalaman memang masih ada, secara umum Aceh Barat sangat membutuhkan lebih dari 400 kilometer jalan penghubung, agar akses jalan terkoneksi semua,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, Pemda Aceh Barat sudah mengirimkan 173 mahasiswa ke Akademi Komunitas Politeknik Lhoksemawe, perguruan tinggi diploma dua (D-II) ini khusus mencetak tenaga kerja handal dan siap pakai.

Ia mengajak seluruh kepala daerah kabupaten/kota kawasan barat selatan Aceh untuk mengirimkan mahasiswa ke sana untuk disekolahkan yang ke depan diharapkan sebagai generasi mengurus sumberdaya alam dan Aceh Barat sendiri memberi subsidi Rp300 ribu/mahasiswa/semester.

Kata dia, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir cukup banyak pengusaha luar berinvestasi dikawasan itu, namun tenaga kerja dibawa dari luar karena tidak adanya SDM lokal mampu menguasai bidang yang dibutuhkan perusahaan.

“Yang sering diributkan masyarakat dengan perusahaan adalah formasi sopir dan satpam, kalau diminta tenaga skil tidak ada, makanya kedepan ini di Meulaboh sudah ada Akademi Komunitas, lulusan ini akan menguasai ITI dan keterampilan, di Politeknik Lhoksemawe,” katanya menambahkan.(Red/Ant)