PKH Diharap Dapat Kurangi Angka Kemiskinan Kota

oleh
Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal
Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal
Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal

BANDA ACEH | DiliputNews.com –  Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banda Aceh mengadakan Bimbingan Teknis Service Provider dan Reguler untuk Program Keluarga Harapan Tahun 2013 di Gedung ACC Sultan II Selim.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE.

Illiza dalam sambutannya,  Rabu (9/10) memberikan apresiasi kepada dinsos kota serta menyambut baik adanya program kemensos RI yang berbasis pada pengurangan dan penanggulangan angka kemiskinan bagi daerah kab/ kota khususnya kota banda aceh

Untuk itu Illiza meminta pada para peserta bintek untuk dapat mengikuti dan memahami segala materi yang diberikan.

Disamping itu Illiza menambahkan dalam masa kepemimpinannya bersama walikota, Pemko Banda Aceh telah melakukan berbagai program dalam upaya menekan angka kemiskinan di Kota Banda Aceh.

Illiza berharap program PKH tersebut dapat berjalan lancar, tepat sasaran sekaligus mampu mengurangi presentase angka kemiskinan Kota Banda Aceh.

Ia juga meminta agar proses pendataan harus benar-benar akurat dan bersih agar tidak terjadi tumpang tindih serta menghindari double penerimaan.

“Komunikasi dan koordinasi antar pihak menjadi kunci pokok keberhasilan program PKH ini,” ujar Illiza.

Sementara Iwa Suhartiwa selaku Tenaga ahli program keluarga harapan kemensos RI mengatakan Program PKH merupakan sebuah upaya Pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia. Sebelum menggelontorkan bantuan pihaknya perlu mengadakan bintek kepada para pendamping dan para PNS kecamatan serta instansi yang telah ditunjuk.

Selanjutnya Iwa menegaskan peran PKH tersebut sangat vital dalam membangun masyarakat Indonesia lebih sejahtera.

“PKH merupakan program yang punya concern pada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dengan kekhususan pada Ibu menyusui, keluarga yang memiliki anak sekolah, yang intinya untuk memutus mata rantai kemiskinan agar kelak lebih siap menghadapi tantangan hidup,” kata Iwa.

Katanya lagi, Program PKH ini berbeda dengan konsep yang lain, karena dalam PKH ini fokus pada pemutusan rantai kemiskinan sehingga dalam pelaksanaannya program ini lebih rinci dan sangat teknis. Tentu dibutuhkan kerjasama dan dukungan dari semua pihak agar tujuan besar dari program ini berhasil.

Bintek tersebut dilaksanakan untuk menyahuti program kemensos RI berupa program keluarga harapan (PKH) di daerah-daerah.

Bintek servis provider ini sendiri dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta bintek untuk menginput data warga terutama rumah tangga miskin di tiap kecamatan sekaligus sebagai mediator antara pusat dengan daerah. (Red)