PT Mifa Bersaudara Tergetkan Dana CSR Rp 30,2 Miliar

oleh
Pemerintah Aceh Tidak Berani Mengevaluasi Izin Pertambangan
PT Mifa Bersaudara Tergetkan Dana CSR Rp 30,2 Miliar
PT Mifa Bersaudara Tergetkan Dana CSR Rp 30,2 Miliar

MEULABOH | DiliputNews.com – Perusahaan pertambangan PT Mifa Bersaudara menargetkan dana Corporate Social Responsibility (CRS) sebesar Rp30,2 miliar/tahun untuk mendukung pemerintah menyejahterakan masyarakat di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

“Apabila produksi batubara sudah 10 juta ton maka dana CSR bisa mencapai Rp30,2 miliar, tapi kita baru dapat berproduksi 300 ribu ton per tahun,” kata Media Relations PT Mifa Bersaudara Handi Adrian di Meulaboh, Kamis (03/10).

Untuk mengejar target tersebut kata Handi, ada beberapa hal yang mesti dipacu terutama akses transportasi seperti pelabuhan dan mendapatkan izin melakukan ekspor keluar negeri dari pemerintah Aceh.

Ia menyebutkan, Pemerintah Provinsi Aceh belum mengizinkan produksi perusahaan tersebut diekspor sementara pelabuhan dan berjalan (konveyor) sepanjang 1,2 kilometer di Desa Suak Puntong, baru akan tuntas pertengahan 2014.

“Kalaupun nanti diizinkan dengan syarat bagi hasil 50 persen atau 20 persen, kami mungkin tidak sanggup, kendala ini juga menghambat dalam proses mengejar target jumlah penjualan batubara,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, karena belum tercapai target produksi dan daya beli perusahaan itu baru menyalurkan dana program CSR sekitar Rp800 juta/tahun sesuai kesepakatan awal Rp300 ribu per ton/tahun.

Handi menjelaskan, berbagai kegiatan dari program yang dilaksanakan tersebut merupakan gerak cepat memberdayakan aparatur desa serta menyejahterakan karena merupakan salah satu dari program dengan Pemkab Aceh Barat.

Managemen perusahaan mengaku sangat sepakat dengan kebijakan Pemkab Aceh Barat akan membuat aturan baku mengenai program CSR sehingga perusahaan yang berinvestasi diwilayah itu turut serta meringankan tugas pemerintah.

“Kami berharap kedepan semakin banyak lagi program CSR yang dapat dilaksanakan dan itu sangat bergantung pada angka penjualan, mudah-mudahan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain,” katanya menambahkan. (Red/Ant)