Masyarakat Pantai Timur Tolak Wali Nanggroe Aceh

oleh
Masyarakat Pantai Timur Tolak Wali Nanggroe Aceh
Masyarakat Pantai Timur Tolak Wali Nanggroe Aceh
Masyarakat Pantai Timur Tolak Wali Nanggroe Aceh

KUALA SIMPANG| DiliputNews.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang, melakukan aksi penolakan Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe Aceh di hadapan gedung DPRK Aceh Tamiang, Senin (16/9).

Selain menolak Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe Aceh massa juga meminta kepada Pemerintah membubarkan Lembaga Wali Nanggroe sebab tidak sesui dengan amanah MoU Helsinky dan UUPA.

“Kami dengan tegas Qanun Nomor 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe Aceh serta menolak pelaksanaan pengukuhan Malek Mahmud sebagai Wali Nanggroe Aceh karena sangat tidak sesuai dengan UUPA dan Amanah Mo-U Helsinki,” kata Koordintor Aksi Asmi Ainidal Viust, B. Sc.

Menurutnya Wali Nanggroe harus dipilih oleh rakyat dan untuk rakyat serta dapat mewakili seluruh unsur dan elemen masyarakat dari setiap kabupaten/kota yang ada di provinsi Aceh, bukan dari pihak dan golongan tertentu demi kepentingan para pihak dan golongan.

“Dengan tegas, kami menolak Malek Mahmud sebagai Wali Nanggroe Aceh, karena sangat tidak memenuhi kriteria sebagai pemimpin Rakyat Aceh,” ujarnya.

Bahkan katanya calon Wali Nanggroe harus melewati tahapan uji testimonial, baca Al-Qur’an, sebab prinsip itu sesuai dengan azas syariat Islam dan dilakukan sampai pada tahap Kabupaten dan Desa.

Massa juga menuding Pemerintah dan DPR telah melakukan pembohan publik, seperti yang dipertonton kepada rakyat dalam proses pembentukan Wali Nanggroe yang ditetapkan dalam qanun nomor 8 tahun 2012.

“Lembaga Wali Nanggroe harus bentu kembali, sesuai dengan azas demokrasi dan mengacu kepada amanah MuO Helsinky dan UUPA demi kepentingan dan aspirasi rakyat Aceh.,” imbuhnya.

Dari pantauan, usai melakukan aksi masaa membakar foster Malik Mahmud. Dan, masa membubarkan diri. (Red/DD)