Bupati Aceh Barat Buat Perbup CSR Perusahaan

oleh
Bupati Kabupaten Aceh Barat, T Alaidinsyah
Bupati Kabupaten Aceh Barat, T Alaidinsyah
Bupati Kabupaten Aceh Barat, T Alaidinsyah

MEULABOH | DiliputNews.com – Bupati Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh T Alaidinsyah akan membentuk peraturan daerah dalam peraturan bupati (perbup) terkait program tanggungjawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) agar peruntukannya tepat sasaran.

“Selama ini banyak perusahaan sudah berinvestasi di Aceh Barat, saya sendiri tidak tau berapa dana CSR per perusahaan dan kepada siapa diberikan, jangan hanya bilang-bilang saja,” katanya di Meulaboh, Minggu 14 September 2013.

Menurut Alaidinsyah, selama ini gaung besar mengalirnya dana program CSR dari belasan perusahaan berinvestasi, akan tetapi dampak nyata tidak begitu tersentuh dengan program pemerintah memberdayakan masyarakat.

Melalui paraturan bupati tersebut kata Alaidinsyah, akan menjelaskan secara terperinci berapa besaran dana per perusahaan dikeluarkan untuk program CSR dan kepada siapa peruntukannya diberikan secara langsung.

Mekanisme kebijakan tersebut, kata bupati yang akrap disapa H Tito ini, setiap dana yang keluarkan perusahaan harus diketahui dan ditanda tangani oleh bupati, sehingga tidak ada peluang dana itu omong kosong atau besarannya tidak sesuai.

“Setiap pencairan dana CSR, bupati yang tanda tangani agar kita dapat mengontrol berapa sebenarnya yang diberikan, atau jangan-jangan hanya gaung saja, bahkan sama sekali tidak dikeluarkan,” imbuhnya.

Kabupaten Aceh Barat saat ini masih memiliki berbagai sektor keungulan untuk berinvestasinya perusahaan dari dalam dan luar negeri, seperti perkebunan dan pertambangan, namun belum ada peraturan yang mengikat menyebutkan sumbangsih perusahaan kepada rakyat.

Jelasnya, dalam aturan tersebut juga akan melahirkan berbagai sanksi terhadap perusahaan yang melanggar, sehingga tangung jawab perusahaan ikut menyejahterakan rakyat di wilayah itu terealisasi dengan benar.

Ia menegaskan, setiap perusahaan yang hadir menanamkan modalnya akan dilayani dan diberikan kemudahan-kemudahan dalam pengurusan, namun tidak membiarkan berkerja seenak hati tanpa peduli lingkungan sekitar.

“Yang sangat repot, bahkan ada satu perusahaan tidak peduli apapun dan tidak melaksanakan program CSR yaitu PT SIR, perusahaan lain juga akan demikian apabila tidak terus diawasi dengan baik,” katanya.(Red/Ant)