PT. Mifa Perluas Stockpile Di Desa Suak Indrapuri

oleh
Pemerintah Aceh Tidak Berani Mengevaluasi Izin Pertambangan
PT. Mifa Perluas Stockpile Di Desa Suak Indrapuri
PT. Mifa Perluas Stockpile Di Desa Suak Indrapuri

MEULABOH | DiliputNews.com – PT. Mifa Bersaudara perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batu bara di Meulaboh, memperluas tempat penumpukan batu bara (Stockpile) di Desa Suak Indrapuri Meulaboh.

Memperluas Stockpile  tersebut dilakukan untuk mengantisipasi agar debu batu bara tidak bertebaran di kepemukiman pendduduk setempat. Serta lokasi penambahan tempat penumpukan batu bara sedikit lebih jauh dari rumah warga.

“Ini untuk antisapasi debu, sebenarnya debu tidak bertebaran kerumah warga apalagi kita sealu menyemprotnya Hydrosol, tapi angin disekitar juga tidak bisa kita prediksi, makanya kita coba bangun lokasi utama lebih jauh lagi” kata Media Relation PT. Mifa Bersaudara, Handi Adrian, Selasa (27/8).

Ia menjelaskan, lokasi stockpile tersebut sebelumnya hanya satu tempat dengan luas 2 hektar kini ditambah satu tempat lagi dengan ukuran luas 4 hektar.

“Jika lokasi baru tersebut sudah selesai, penumpukan batu bara di utamakan di stockpile tersebut,” jelasnya.

Menurut Handi, pihak perusahaan bukan hanya menambah tempat penumpukan batu bara, akan tetapi jalan lintas pengangkutan batubara tepatnya di Desa Jalan Samudra sudah dilakukan pernbaikan jalan berlubang.

“Jalan Jalan  yang rusak atau berlubang yang kita perbaiki itu guna menmberikan kenyamanan bagi warga masyarakat yang melintas dijalan tersebut,” katanya menambahkan.

Sementara itu, PT Mifa Bersaudara juga telah membangun satu unit pelabuhan “conveyor” (ban berjalan) sepanjang 1,2 kilometer  di  Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, dengan tujuan untuk mempermudah proses ekspor keluar negeri produksi batu bara tersebut.

Melalui pelabuhan khusus tersebut ditargetkan mengekspor 10 ton batu bara per tahun serta disediakannya fasiltas yang maksimal mulai dari stokfile hingga tempat peristirahatan pekerja dan mushalla.

Menurut dia, pelabuhan Jatty Meulaboh di Ujung Karang Meulaboh yang dimanfaatkan saat ini, kapasitasnya tidak layak sebagai pelabuhan ekspor karena tidak tersedianya sarana dan prasarana memadai.

“Pembangunan pelabuhan “conveyor” yang ditarget sepanjang 1,2 kilometer itu, saat ini baru selesai sekiatar 200 meter,”imbuhnya. (Red/AF)