Warga Aceh Barat Gelar Doa Agar Tidak Diganggu Buaya

oleh
Warga Aceh Barat Gelar Doa Agar Tidak Diganggu Buaya
Warga Aceh Barat Gelar Doa Agar Tidak Diganggu Buaya
Warga Aceh Barat Gelar Doa Agar Tidak Diganggu Buaya

MEULABOH | DiliputNews.com – Menghindari gangguan hewan buas berupa buaya yang selama ini diduga kerap bermain dikawasan sungai Meureubo, warga Desa Pasie Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat, melakukan doa bersama di bantaran sungai Meureubo. Kegiatan doa bersama itu dilakukan, Senin, ( 26/8)

Teungku Darwis yang dipercayakan membaca doa, pada kegiatan tersebut kepada DiliputNews mengatakan ritual yang mereka lakukan tersebut untuk menghindari dari ancaman buas buaya.

Menurutnya beberapa bulan terakhir ini sejumlah buaya yang berada disekitar perairan sungai itu sering menampakan diri.

“Meski para buaya itu tidak menggannggu kita, namun kita tetap lakukan ritual ini dengan memanjatkan doa, agar buaya tersebut tidak mengganggu warga yang melakukan kegiatan disungai ini,” ungkapnya.

Ritual dengan melakukan doa bersama itu, ungkap darwis dilakukan sebagai antisipasi sehingga warga tidak ada yang diganggu.

Darwis menambahkan disungai itu terdapat dua buaya putih dan juga buaya pendatang dari sungai Lami, Kecamatan Tripa, Kabupaten Nagan Raya.

Meski warga Desa tersebut meyakini buaya tersebut merupakan buaya yang tidak mengganggu namun ritual tersebut perlu dilakukan setiap tahunnya guna menghindar dari mara bahaya.

Meski perairan sungai itu terdapat buaya pihaknya tetap menolak jika ada pihak luar maupun pemerintah yang berniat ingin menangkap buaya yang ada disungai itu.

“ Buaya yang ada disini tidak boleh diganggu atau ditangkap mereka buaya baik dan tidak buas, selama ini buaya-buaya itu tidak pernah mengganggu orang” katanya menambahkan.

Sebagai negara yang hidup dengan berbagai satwa seperti buaya salah satunya, kata darwis, tidak salahnya jika buaya tidak salahnya hewan buas yang ada di lindungi.

Dari amatan DiliputNews.com, selain menggelar doa bersama dibantaran sungai pihaknya juga menghanyutkan sesajen yang diletakan diatas rakit pohon pisang, sesajen tersebut sebelum dihanyutkan juga sempat dilakukan ritual dengan melingkari asap menyan. (Red/AF)