Ketua DPRK Nagan Raya Jadi Tersangka Penganiayaan

oleh
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Samsuardi alias Juragan
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Samsuardi alias Juragan
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Samsuardi alias Juragan

BANDA ACEH | DiliputNews.com Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Samsuardi alias Juragan dijadikan tersangka penculikan dan penganiayaan terhadap dua pemuda setempat, Riki dan Fadil (20). Polisi belum memeriksa sang wakil rakyat, karena belum ada izin dari Gubernur Aceh.

“Dari bukti-bukti dan hasil pemeriksaan yang berhasil dikumpulkan, penyidik akhirnya menetapkannya sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Gustav Leo,  di Banda Aceh, Selasa (20/8/2013).

Sebelumnya lima orang terdekat Samsuardi juga dijadikan tersangka dalam kasus ini. Kelimanya adalah Din Abadi, Raja Lila, Dedi, Muhammad Jabar dan Abdullah Basyah, Keusyik (Kepala Desa) Alue Ie Mameh, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya.

Mereka diduga terlibat dalam penculikan dan penganiayaan terhadap Riki dan Fadil di sebuah kebun sawit milik Samsuardi di Nagan Raya pada 8 Juli 2013.

Menurutnya sebagai pejabat negara, polisi perlu izin Gubernur Aceh untuk memeriksa Samsuardi. Polda Aceh sudah menerima dan sedang memproses surat permohonan pemeriksaan terhadap Samsuardi yang diajukan Polres Nagan Raya.

“Setelah diproses nanti akan kami ajukan ke gubernur, kalau sudah keluar izin dan tanda tangan dari gubernur baru dilakukan pemeriksaan,” sebutnya.

Bila surat keluar, lanjut dia, proses pemeriksaan terhadap politikus Partai Aceh itu akan dilakukan di Polres Nagan Raya. “Kasus ini tetap diproses Polres Nagan Raya,” ujar Gustav.

Menurut informasi, sejak ditetapkan sebagai tersangka, Samsuardi tak ada lagi di Nagan Raya. Politikus Partai Aceh ini dikabarkan berada di Malaysia karena ada urusan dinas.

Gustav meyakini tersangka tak akan kabur hanya karena dijadikan sebagai tersangka. “Dia pejabat negara pasti ada di daerahnya,” katanya.

Penculikan dan penganiayaan yang menyeret nama wakil rakyat tersebut, didiuga bermotif cemburu, karena kedua pemuda itu dicurigai memiliki hubungan khusus dengan isteri Samsuardi.

Keduanya diduga dibawa paksa sejumlah orang dekat Samsuardi saat duduk disebuah cafe dengan Maya, kemudian disekap dan dianiaya di kebun sawit hingga mengalami luka serius dan harus dirujuk untuk perawatan di rumah sakit yang ada di Medan, Sumatera Utara.

Belakangan kedua korban membantah memiliki hubungan khusus dengan Maya, melainkan hanya sebatas teman sejak SMP. (Red/Okz)